Sungai yang dihuni 500 buaya dipilih jadi lokasi lomba dayung Olimpiade 2032

Buaya, australia

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Ilustrasi. Buaya air asin di Australia bisa mencapai bobot 1.000 kilogram dan panjang hingga enam meter.
    • Penulis, Mandeep Sanghera
    • Peranan, BBC Sport
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 4 menit

Sebuah sungai yang menjadi habitat sekitar 500 buaya air asin disetujui untuk menjadi lokasi perlombaan dayung dan kano pada Olimpiade dan Paralimpiade tahun 2032 di Australia.

Lintasan di Sungai Fitzroy di Rockhampton, Queensland, lolos penilaian teknis independen mengenai kesesuaiannya untuk ajang dayung dan kano tingkat olimpiade.

Penilaian tersebut tidak mempertimbangkan buaya, tapi lebih melihat bagaimana lintasan akan berfungsi dalam berbagai kondisi, pola cuaca, ketinggian air, dan risiko banjir, baik pada saat Olimpiade maupun sepanjang periode menjelang ajang itu berlangsung.

Penilaian itu dilakukan Otoritas Koordinasi dan Infrastruktur Independen Olimpiade. Mereka menganalisis secara eksternal bahwa Sungai Fitzroy selama ini sudah menjadi tempat pelatihan dan kompetisi untuk olahraga di perairan dengan permukaan yang tenang.

Menurut organisasi itu, Sungai Fitzroy terbukti mumpuni menjadi lokasi kejuaraan tingkat negara bagian sekaligus berfungsi sebagai kamp pelatihan tim nasional Australia.

Otoritas Olimpiade mengklaim telah menyiapkan rencana kontingensi jika buaya muncul jelang dan saat perlombaan berlangsung. Para pejabat Olimpiade sebelumnya telah diyakinkan tentang keselamatan pendayung.

Olimpiade

Sumber gambar, Europa Press via Getty Images

Keterangan gambar, Ajang kano pada Olimpiade 2024 di Paris, Prancis.

Dua organisasi induk cabang olahraga ini, yaitu World Rowing dan Paddle Worldwide, mendukung pemilihan sungai itu.

"Berdasarkan analisis ekstensif yang telah dilakukan, kami sekarang mengetahui bahwa Sungai Fitzroy mampu menyediakan kondisi kompetisi yang adil selama periode Olimpiade, sesuai dengan persyaratan dayung Olimpiade dan Paralimpiade," kata Presiden World Rowing, Jean-Christophe Rolland.

Sementara itu Presiden Paddle Worldwide, Thomas Konietzko, mengatakan, "Kualitas dan kedalaman pekerjaan teknis yang dilakukan telah secara signifikan meningkatkan pemahaman kami tentang arena pertandingan."

"Itu memberikan kepercayaan kepada kami dan para atlet bahwa lintasan tersebut dapat memberikan kompetisi yang adil bagi atlet Kano Sprint," ujarnya.

buaya

Sumber gambar, Ullstein Bild via Getty Images

Keterangan gambar, Ilustrasi. Buaya air asin di Australia.

Orang nomor satu dalam kepanitiaan Olimpiade Brisbane 2032, Andrew Liveris, meremehkan isu buaya pada wawancara tahun 2025.

"Ada hiu di lautan dan kita masih berselancar... ini bisa dilakukan, bukan tidak bisa dilakukan. Tolong ubah pola pikir Anda," katanya saat itu.

Berbicara kepada pers, Kamis (17/09), dia mengatakan, "Persetujuan ini memberikan kepastian tambahan saat kami memasuki fase berikutnya dari perencanaan tempat dan penyelenggaraan Olimpiade."

"Ini memastikan semua pekerjaan desain dan operasional di masa mendatang terus berfokus sepenuhnya pada pemerintah Kota Rockhampton," ujarnya.

Buaya air asin hidup di air tawar dan air asin. Mereka dapat tumbuh hingga sepanjang lebih dari enam meter.

'Semua atlet akan mendayung lebih cepat'

Drew Ginn, yang memenangkan tiga medali emas Olimpiade untuk Australia dalam olahraga dayung, cemas tentang potensi banjir serta "keadilan dan integritas" di sungai tersebut.

Dia juga meragukan atlet dan penonton akan memiliki pengalaman Olimpiade yang positif di sungai yang berjarak sekitar enam atau tujuh jam perjalanan darat dari Brisbane tersebut.

"Secara pribadi, saya tidak takut pada hewan-hewan Australia, tapi saya belum pernah melihat buaya di dekat saya," katanya.

"Saya yakin saya akan mendayung lebih cepat, saya yakin semua atlet akan mendayung lebih cepat. Itu ada dalam daftar kekhawatiran, saya rasa itu bukan prioritas tertinggi, tapi itu tentu saja disebutkan sejak awal.

"Hal-hal seperti memindahkan buaya keluar dari sungai, Anda seperti bertanya-tanya, 'apakah olahraga dayung internasional ingin para atlet berada dalam bahaya hal semacam itu?'" kata Ginn.

Meskipun induk organisasi cabang olahraga ini percaya sungai tersebut akan memberikan persaingan yang adil setelah meninjau penilaian teknis, Ginn masih ragu.

"Bahkan hanya gagasan berada di tempat di mana perlombaan Anda dapat ditentukan oleh setengah detik dan itu bisa menunjukkan perbedaan dua atau tiga detik di setiap jalur.

"Dan, meskipun saya pikir Rockhampton adalah kota yang hebat, saya rasa tidak tepat bagi Olimpiade untuk menyebar tempat-tempat penyelenggaraan sedemikian rupa sehingga membahayakan pengalaman bagi para atlet dan penonton," ujarnya.