'Jessica sangat mencintai laut dan Labuan Bajo' – Keluarga berharap dapat dipertemukan kembali dengan penyelam yang hilang saat kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo NTT

Veronica Beatrix Jessica, kapal Feronia, Labuan Bajo
Keterangan gambar, "Keluarga masih menyimpan harapan besar agar dapat segera dipertemukan kembali dengannya," tulis adik bungsu Jessica, Joshua David Lahunduitan. (Foto atas: Veronica Beatrix Jessica).
Telah diterbitkan
Waktu membaca: 6 menit

Identitas penumpang yang belum ditemukan dalam tenggelamnya kapal tradisional bernama Feronia di perairan Batu Bolong, Labuan Bajo, NTT, pada Selasa (13/10) sore, terungkap. Dia adalah Veronica Beatrix Jessica (23 tahun), warga negara Indonesia yang berprofesi sebagai pemandu wisata dan penyelam profesional (divemaster).

Keluarga Veronica Beatrix Jessica masih menyimpan harapan besar agar dapat segera dipertemukan.

"Keluarga masih menyimpan harapan besar agar dapat segera dipertemukan kembali dengannya," tulis adik bungsu Jessica, Joshua David Lahunduitan.

Joshua mengungkapkan isi hatinya dalam sebuah tulisan pendek yang diterima BBC News Indonesia pada Rabu (14/10) pagi.

Tulisan ini juga merupakan pernyataan resmi keluarga Jessica.

Joshua lalu menulis: "Jessica sangat mencintai laut dan Labuan Bajo."

Jessica bahkan mengambil sertifikasi divemaster karena kecintaannya pada dunia bawah laut.

Setelah sebelumnya bekerja di salah satu kapal pinisi besar di Labuan Bajo, Jessica begitu bahagia memulai pekerjaan barunya, tulis Joshua.

"Kak Jes, kami semua sangat merindukanmu. Kami terus berdoa dan berharap agar kita bisa segera bertemu kembali," kata sang adik.

"Di mana pun Kakak berada saat ini, kami berharap Tuhan selalu menjaga dan melindungimu."

Di bagian akhir tulisan itu, Joshua lalu merapal semacam doa:

"Tuhan Yesus, tolong sampaikan kepada Kak Jes bahwa kami semua sangat menyayanginya dan menunggunya pulang.

"Namun, jika Kak Jes telah berada dalam pelukan kasih Tuhan di surga, kami percaya suatu hari nanti kami akan dipertemukan kembali. Kami sayang Kak Jes, dan kami akan selalu merindukanmu."

Apa yang terjadi pada Veronica Jessica saat kapal tenggelam?

Sampai Rabu (14/10) siang, tim SAR gabungan masih mencari Veronica di sekitar bangkai kapal dan perairan di dekatnya.

Polisi menyebut Veronica terjebak di dalam toilet ketika kapal terbalik dan tenggelam.

"Korban berada di dalam toilet dalam posisi pintu terkunci dari dalam," kata Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung, Rabu (14/10), kepada wartawan.

"Ketika kapal mendadak terbalik ke arah kiri, korban tidak sempat menyelamatkan diri dan ikut tenggelam bersama lambung kapal," tambah Leonardo, seperti dilaporkan Detik.com.

Salah satu penumpang KM Feronia yang tenggelam di perairan Pulau Tatawa (kedua kiri) tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (13/10/2026).
Keterangan gambar, Salah satu penumpang KM Feronia yang tenggelam di perairan Pulau Tatawa (kedua kiri) tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (13/10).
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
BBC News Indonesia - Kini hadir di
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, membenarkan Veronica adalah dive master (ahli menyelam).

Stephanus membenarkan bahwa nama Veronica termasuk dalam daftar nama penumpang dalam manifest.

"Dia dive master, pemilik kapal, wartawan, naik kapal ditulis sebagai penumpang," papar Stephanus, Rabu (14/10).

Dilaporkan keluarga Veronica telah tiba dari Jakarta dan sudah berada di pelabuhan Labuan Bajo.

Kapal tradisional pinisi bernama Feronia membawa 30 orang, terdiri 25 orang penumpang dan lima kru, termasuk nakhoda.

Sebanyak 24 penumpang dan seluruh kru berhasil dievakuasi. Di antara para penumpang terdapat sejumlah wisatawan asing.

Dilaporkan saat kapal tenggelam, penumpang dan kru melompat ke laut.

Beberapa media melaporkan kru kapal lantas membentangkan liferaft atau perahu karet darurat. Sebagian penumpang yang terapung-apung kemudian diselamatkan.

Pertolongan awal juga datang dari dua kapal cepat yang melintas di lokasi, yakni Speedboat Red Whale dan Speedboat Mac Cruise.

"Beruntung ada dua kapal yang melewati lokasi kejadian sehingga cepat memberikan pertolongan pertama terhadap para korban kapal naas itu sebelum dibantu Tim SAR gabungan," ungkap Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung

Sebelum tenggelam, kapal tradisional itu bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Selasa (13/10) pagi menuju Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo.

Dilaporkan kapal tenggelam dalam perjalanan kembali setelah para wisatawan menyelesaikan aktivitas menyelam di perairan Manta.

Apa penyebab tenggelamnya kapal Feronia?

Sebuah kapal tradisional bernama KM Feronia yang membawa 25 orang turis dan lima awaknya terbalik dan tenggelam di perairan Batu Bolong, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sekitar pukul 15.02 WITA, Selasa (13/10), kata pejabat terkait.

Sebanyak lima orang awak kapal dan 24 orang penumpang telah berhasil dievakuasi, tetapi satu orang dilaporkan masih terjebak di dalam badan kapal, tambah otoritas setempat.

Belum ada keterangan rinci tentang identitas para penumpang dan awaknya.

"Proses pencarian dan evakuasi terhadap penumpang tersebut masih berlangsung," demikian rilis tertulis Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, yang diterima BBC Indonesia, Selasa (13/10) petang.

Dihubungi oleh jurnalis Eliazar Robert yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, NTT, Fathur Rahman mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk untuk mencari satu korban.

"Satu orang masih dalam pencarian," kata Fathur, Selasa (13/10) petang.

Upaya pencarian terkendala arus yang kuat dan akan dilanjutkan pada Rabu (14/10), tambah Fathur.

Sebanyak 29 korban selamat telah dibawa ke Dermaga Marina Waterfront, Labuan Bajo, untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Sejumlah penumpang KM Feronia yang tenggelam di perairan Pulau Tatawa (bertelanjang dada) tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (13/10/2026).
Keterangan gambar, Sejumlah penumpang KM Feronia yang tenggelam di perairan Pulau Tatawa (bertelanjang dada) tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (13/10).
Sebanyak 29 korban selamat telah dibawa ke Dermaga Marina Waterfront, Labuan Bajo, untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Keterangan gambar, Sebanyak 29 korban selamat telah dibawa ke Dermaga Marina Waterfront, Labuan Bajo, untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Dilaporkan, KM Feronia berlayar dari Labuan Bajo menuju Rinca, NTT.

Kapal itu membawa 25 orang penumpang dan lima orang awak kapal, termasuk nakhoda, berdasarkan data manifest.

Berdasarkan informasi awal dari salah satu awak kapal, kapal tersebut sebelumnya mengangkut penumpang yang telah selesai melakukan aktivitas menyelam (diving) di perairan Manta.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju Dermaga Marina.

Saat melintasi perairan sekitar Tatawa Besar, kapal dihantam oleh arus kuat hingga terbalik, ungkap otoritas setempat.

Berdasarkan laporan awal, kejadian diduga berkaitan dengan keterlambatan antisipasi nakhoda terhadap arus kuat saat kondisi air pasang tertinggi.

"Ada pusaran air dan ada arus air yang cukup kencang, itu penyebab kapal itu tenggelam," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, NTT, Fathur Rahman

Tapi, menurut kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan setempat, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi lebih lanjut.

Otoritas setempat telah berkoordinasi dengan unsur terkait guna mendukung kelancaran proses pencarian dan evakuasi serta penanganan kecelakaan secara optimal.

Berdasarkan laporan awal, kejadian diduga berkaitan dengan keterlambatan antisipasi nakhoda terhadap arus kuat saat kondisi air pasang tertinggi.
Keterangan gambar, Berdasarkan laporan awal, kejadian diduga berkaitan dengan keterlambatan antisipasi nakhoda terhadap arus kuat saat kondisi air pasang tertinggi.

Laporan-laporan media menyebutkan kapal tersebut membawa sejumlah wisatawan asing.

Dalam video yang beredar, seperti dilaporkan Kompas.com, badan kapal tidak lagi terlihat di permukaan laut.

Terlihat dalam video itu ada empat life raft atau rakit penolong berwarna oranye terlihat mengapung di perairan tersebut.

Menurut Kompas.com, seseorang menyebut dirinya sebagai Nur, admin operator penyelaman yang mengurus perjalanan wisata itu, mengatakan kapal membawa sejumlah wisatawan asing yang hendak menyelam di perairan TNK.

Mereka berangkat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Selasa sekitar pukul 06.00 Wita.

"Mereka mau diving di side diving di sana," kata Nur.

Selain wisatawan, Nur mengatakan kapal tersebut juga membawa lima ABK.

Artikel ini akan diperbarui secara berkala.