Argentina tantang Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 - Kenangan gol 'Tangan Tuhan' Maradona hingga kartu merah Beckham

Lionel Messi merayakan kemenangan 3-2 bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Mesir

Sumber gambar, Elsa/Getty Images

Keterangan gambar, Lionel Messi merayakan kemenangan 3-2 bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Mesir
Telah diterbitkan
Waktu membaca: 7 menit

Timnas Argentina melaju ke semifinal Piala Dunia 2026, usai mengalahkan Swiss 3-1 dalam laga yang berlangsung di Kansas, AS, pada Sabtu (11/07) waktu setempat.

Gol pertama Argentina disarangkan oleh Alexis Mac Allister pada menit ke-10. Argentina berusaha mendominasi pertandingan, namun tak ada lagi gol tercipta dari kedua pihak di sepanjang babak pertama.

Di babak kedua, Swiss mulai menyerang. Hasilnya, Swiss mampu menyamakan kedudukan lewat sepakan Dan Ndoye pada menit ke-67.

Sekitar lima menit kemudian, Swiss harus bermain dengan 10 orang lantaran Breel Embolo diganjar kartu kuning kedua.

Walaupun bermain dengan 10 pemain, tim asuhan Murat Yakin mampu menahan serangan Argentina dengan skor seri.

Pertandingan pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Argentina lalu menyarangkan dua gol, lewat tembakan Julian Alvarez dan Lautaro Martinez.

Swiss harus bermain dengan sepuluh orang usai Breel Embolo diganjar kartu kuning kedua.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Swiss harus bermain dengan sepuluh orang usai Breel Embolo diganjar kartu kuning kedua.

Walaupun gagal mencetak gol untuk pertama kalinya dalam turnamen ini, bintang Argentina, Lionel Messi nampak melepas bajunya saat merayakan kemenangan di depan para penggemar.

Messi gagal mengungguli pemain Prancis, Kylian Mbappé, dalam perebutan Sepatu Emas (pencetak gol terbanyak) di Piala Dunia 2026.

Keduanya masih mengantongi delapan gol.

Mungkin Anda tertarik:

Namun, Messi masih menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa perhelatan Piala Dunia.

Kemenangan itu membuat pasukan Lionel Scaloni akan menantang Inggris pada Rabu (15/07) mendatang.

Alexis Mac Allister mencetak gol pertamanya di Piala Dunia 2026 untuk membawa Argentina unggul dari Swiss.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Alexis Mac Allister mencetak gol pertamanya di Piala Dunia 2026 untuk membawa Argentina unggul dari Swiss.

Laga itu akan menjadi pertemuan keenam antara Argentina lawan Inggris selama perhelatan Piala Dunia diselenggarakan.

  • Piala Dunia 1962: Inggris 3 – 1 Argentina;
  • Piala Dunia 1966: Inggris 1 – 0 Argentina;
  • Piala Dunia 1986: Inggris 1 – 2 Argentina;
  • Piala Dunia 1998: Inggris 2 – 2 Argentina (3 – 4 adu pinalti);
  • Piala Dunia 2002: Inggris 1 – 0 Argentina.

Pertama kali Messi melawan Inggris

Lionel Messi merayakan gol kedua timnya selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Mesir di Stadion Atlanta pada 7 Juli 2026 di Atlanta, Georgia.

Sumber gambar, Elsa/Getty Images

Keterangan gambar, Lionel Messi merayakan gol kedua timnya selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Mesir.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Hampir tidak ada hal yang belum pernah dilakukan Lionel Messi, 39 tahun, di lapangan hijau.

Namun, laga semifinal antara Argentina dan Inggris pada Rabu mendatang di Atlanta, AS, akan memberikan pengalaman yang benar-benar baru bagi pemenang Ballon d'Or delapan kali itu.

Meski telah tampil lebih dari 200 kali dan mencetak 125 gol untuk Argentina, Messi belum pernah sekalipun menghadapi The Three Lions di panggung internasional.

"Inggris bisa saja unggul dalam hal adu lari dari Argentina, tetapi mereka punya si jenius kecil, Messi. Mereka semua bermain untuknya. Semua orang pasti tidak sabar menantikan laga ini," kata pengamat BBC, Micah Richards.

"Menjaganya itu mustahil karena dia tidak pernah ikut turun membantu pertahanan. Dia bergerak ke ruang-ruang sempit yang sebenarnya tidak terduga. Dia tahu kapan harus berpindah di waktu yang tepat [dan] dia punya teknik terbaik. Kesadaran ruangnya luar biasa. Tendangannya juga sangat bagus."

"Yang terpenting, dia punya apa yang dimiliki Jude [Bellingham], dan itulah yang membuat Jude begitu hebat—dia punya kepribadian dan aura. Messi memiliki aura paling kuat dibanding pesepak bola mana pun. Aura Messi sudah berada di level yang berbeda, jadi pertandingan ini akan sangat menarik."

Lionel Messi mengangkat Trofi Juara Piala Dunia FIFA Qatar 2022 setelah pertandingan Final Piala Dunia FIFA Qatar 2022.

Sumber gambar, Dan Mullan/Getty Images

Keterangan gambar, Lionel Messi mengangkat Trofi Juara Piala Dunia FIFA Qatar 2022.

Namun, haruskah Inggris takut pada penyerang Inter Miami itu?

"Saya rasa Thomas Tuchel dan para pemain Inggris akan sangat menikmati kesempatan menghadapi tim Argentina dalam kondisi dan performa mereka saat ini. Mengapa? Karena ini bukan tim Argentina yang terbaik, tetapi mereka punya kebiasaan untuk selalu menemukan kemenangan," kata Chris Sutton di BBC Radio 5 Live.

Di BBC Sport, mantan penyerang Inggris Wayne Rooney mengatakan bahwa meski Messi minim berkontribusi dalam bertahan, dia bisa menentukan hasil akhir pertandingan lewat kualitasnya di momen-momen krusial.

"Dia bisa menjadi titik lemah pertahanan Argentina," kata Rooney.

"Dia tidak ikut turun bertahan, tetapi dia punya momen-momen besar yang mirip dengan Jude Bellingham. Dia punya momen-momen penting dan momen-momen berkualitas. Kelebihan Messi adalah pengambilan keputusannya – dia menjadi sangat hidup di momen-momen tertentu dalam pertandingan dan selalu mengambil keputusan yang tepat."

"Menjaga Lionel Messi adalah soal konsentrasi dan komunikasi. Berkomunikasi dengan rekan setim tentang cara mengawal posisi-posisi yang biasanya tidak perlu Anda jaga."

Pertandingan melawan Inggris adalah laga semifinal yang sangat diinginkan oleh para penggemar Argentina, demikian disampaikan pakar sepak bola Amerika Selatan, Tim Vickery, kepada BBC 5 Live.

"Lionel Messi tidak mungkin mengakhiri karier internasionalnya, setelah melewati 200 pertandingan, tanpa pernah bermain melawan tim yang dianggap oleh para penggemar Argentina sebagai rival terbesar mereka," kata Vickery.

"Selama babak kedua, para penggemar melompat-lompat sambil menyanyikan 'siapa yang tidak melompat adalah orang Inggris'. Anda akan mendengarnya jauh lebih sering pada hari Rabu nanti."

Penyerang Argentina Diego Armando Maradona (ketiga dari kiri) berlari melewati bek Inggris Terry Butcher (kiri) di Piala Dunia 1986.

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Penyerang Argentina Diego Armando Maradona (ketiga dari kiri) berlari melewati bek Inggris Terry Butcher (kiri) di Piala Dunia 1986.

Laga Inggris dan Argentina adalah salah satu rivalitas paling sengit dalam sejarah sepak bola dunia.

Pertarungan diawali dari gol 'Tangan Tuhan' Diego Maradona yang terkenal pada perempat final Piala Dunia 1986—penampilan kedua Maradona melawan Inggris setelah laga persahabatan pada tahun 1980.

Hingga kartu merah David Beckham di Saint-Etienne 12 tahun kemudian. Pertandingan antara kedua negara itu jarang sekali sepi dari drama.

Namun, laga Rabu mendatang akan menjadi pertemuan pertama mereka setelah hampir 21 tahun.

Sejak Messi melakoni debutnya bersama Argentina pada usia 18 tahun, kedua tim baru bertemu sekali. Pertandingan itu terjadi kurang dari tiga bulan setelah laga pertama Messi.

Messi mendapat panggilan ke tim senior pada Agustus 2005 setelah tampil memukau dan membawa Argentina juara Piala Dunia junior.

Namun, ia tidak terlibat saat Inggris menghadapi Argentina di Jenewa karena sedang menjalani hukuman larangan bertanding akibat kartu merah yang diterimanya, hanya 30 detik setelah masuk dalam debut internasionalnya.

KANSAS CITY, MISSOURI - 16 Juni: Lionel Messi #10 dari Argentina merayakan gol pertama timnya selama pertandingan Grup J Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Aljazair di Stadion Kansas City pada 16 Juni 2026 di Kansas City, Missouri. (Foto oleh

Sumber gambar, Charlotte Wilson/Getty Images

Keterangan gambar, Lionel Messi merayakan gol pertama timnya di pertandingan Grup J Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Aljazair.

Messi adalah pemegang rekor penampilan dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina, dan status legendanya kian kukuh setelah mengapteni negaranya meraih kejayaan di Piala Dunia 2022.

Angka-angka statistiknya menunjukkan bahwa ia gemar membobol gawang tim mana pun, tetapi ada beberapa lawan yang tampaknya lebih ia sukai untuk dihadapi dibanding yang lain.

Bolivia adalah lawan favorit Messi dalam urusan mencetak gol, dengan torehan 11 gol hanya dalam 12 pertandingan.

Kemudian, Messi telah mencetak tujuh gol, ke masing-masing ke gawang Venezuela dan Ekuador.

Pemain berusia 39 tahun itu juga telah menjebol gawang tim raksasa Amerika Selatan, Uruguay dan Brasil, masing-masing sebanyak enam dan lima gol.

Tim-tim Eropa nasibnya juga tidak jauh lebih baik. Messi mengoleksi masing-masing tiga gol saat melawan Kroasia, Swiss, dan Prancis.

Melawan Les Bleus, ia mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan, termasuk dua gol krusial yang tak terlupakan pada laga final 2022.

Di antara semua negara yang pernah ia hadapi lebih dari sekali, hanya ada satu tim yang berhasil mencegahnya mencetak gol, yaitu Qatar, yang telah ia lawan sebanyak dua kali.