Inggris menang dramatis, bagaimana Bellingham dkk mengatasi keangkeran Stadion Azteca?

Inggris, Meksiko, Piala Dunia 2026

Sumber gambar, Julian Finney/FIFA via Getty Images

Keterangan gambar, Jude Bellingham merayakan gol bersama rekan setimnya Harry Kane (9) setelah mencetak gol pertama.
    • Penulis, Phil McNulty
    • Peranan, Editor penulis sepak bola BBC melaporkan dari Azteca
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 6 menit

Inggris menampilkan performa terbaik mereka di Piala Dunia 2026 di tengah atmosfer penuh gairah dan emosi di Stadion Azteca, dengan meraih kemenangan dramatis atas Meksiko yang memastikan langkah mereka ke perempat final untuk menghadapi Norwegia.

Dalam laga yang sarat drama, yang sempat tertunda selama satu jam akibat badai hebat, tim asuhan Thomas Tuchel bahkan mampu bertahan setelah Jarell Quansah menerima kartu merah pada awal babak kedua.

Kemenangan ini menjadi salah satu hasil terbaik Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Meksiko hanya kalah dua kali dari 89 pertandingan kompetitif di kandang keramat mereka, Stadion Azteca.

Namun, pendekatan tenang Inggris sejak awal pertandingan membuat mereka mampu mengendalikan permainan.

Jude Bellingham, yang tampil gemilang, mencetak dua gol hanya dalam rentang 98 detik menjelang turun minum.

Kiper Inggris Jordan Pickford juga menunjukkan penampilan luar biasa dengan dua penyelamatan penting dari peluang Raul Jimenez.

Namun, dia tidak mampu menghalau tendangan keras Julian Quinones yang memperkecil ketertinggalan Meksiko tiga menit sebelum babak pertama berakhir.

Didorong dukungan suporter yang terus bergemuruh sepanjang laga, Meksiko semakin agresif menyerang setelah Quansah diusir keluar lapangan akibat tekelnya terhadap Jesus Gallardo.

Tapi Inggris kembali memperlebar keunggulan menjadi dua gol ketika Harry Kane sukses mengeksekusi penalti setelah Anthony Gordon dijatuhkan kiper Raul Rangel.

Saat Inggris merasa telah kembali mengendalikan keadaan, Kane justru melakukan pelanggaran di kotak penalti dengan mengenai kaki Brian Gutierrez.

Raul Jimenez kemudian memperkecil skor melalui tendangan penalti yang dihasilkan dari insiden tersebut.

Di bawah tekanan besar tuan rumah dan dalam atmosfer yang semakin menegangkan, Tuchel memasukkan Dan Burn dan Djed Spence serta kembali menggunakan formasi lima bek.

Strategi itu membantu Inggris bertahan selama 11 menit masa tambahan waktu dan memastikan kemenangan impresif mereka.

Bagaimana Inggris atasi tekanan Meksiko?

Inggris sudah mengetahui dengan baik apa yang menanti mereka di venue olahraga ikonik ini, dalam laga yang disebut-sebut sebagai pertandingan terbesar dalam sejarah sepak bola Meksiko.

Tim asuhan Thomas Tuchel menghadapi salah satu atmosfer paling menantang di dunia sepak bola, di stadion yang berada pada ketinggian lebih dari 2.100 meter di atas permukaan laut.

Namun, Inggris mampu menampilkan permainan yang matang, berkualitas, dan penuh daya juang—sebuah performa yang akan semakin memperkuat kepercayaan diri dan keyakinan mereka.

Para pemain kunci Inggris tampil sesuai harapan, terutama Jude Bellingham.

Inggris, Meksiko, Piala Dunia 2026

Sumber gambar, Michael Regan - FIFA/FIFA via Getty Images

Keterangan gambar, Pelatih Inggris Thomas Tuchel merayakan kemenangan bersama kapten tim Harry Kane (9) setelah Inggris menang 3-2 atas Meksiko.

Gelandang itu memperlihatkan salah satu penampilan individu terbaik dengan mencetak dua gol, sekaligus melakukan tekel penentu pada saat-saat terakhir untuk menghentikan bek Meksiko, Cesar Montes, yang tampak berada di posisi ideal untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2 tepat sebelum jeda.

Tuchel juga layak mendapat pujian atas strategi yang diterapkannya.

Baca:

Inggris memilih bermain lebih dalam untuk meredam intensitas permainan agresif Meksiko, meski tim tuan rumah tetap mampu memberikan tekanan melalui dukungan fanatik para pendukung mereka.

Ketika Meksiko terus menggempur pada 11 menit masa tambahan waktu yang menegangkan, para pemain Inggris berjuang habis-habisan, mempertaruhkan segalanya demi mempertahankan keunggulan dan mengamankan kemenangan yang akan lama dikenang.

Pickford kembali ke performa terbaik

Kiper Inggris, Jordan Pickford, sempat terlihat kurang meyakinkan dalam beberapa pertandingan di Piala Dunia ini—terutama ketika kebobolan di tiang dekat dalam kemenangan 2-1 atas Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar.

Tetapi, di bawah tekanan terbesar di Stadion Azteca, dia justru menampilkan salah satu performa terbaik dalam karier internasionalnya.

Kiper Everton itu menjalani penampilan ke-17-nya di Piala Dunia, menyamai rekor Peter Shilton sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah turnamen tersebut.

Penampilannya menjadi bukti mengapa dia tetap menjadi pilihan utama yang tak tergantikan di bawah mistar gawang Inggris.

Inggris, Meksiko, Piala Dunia 2026

Sumber gambar, Eric Verhoeven/Soccrates/Getty Images

Keterangan gambar, Para pemain Inggris Dan Burn (kiri), Marc Guehi, Jordan Pickford, dan Djed Spence berebut bola dengan pemain Meksiko Guillermo Martínez dan Santiago Giménez.

Pickford lebih dulu melakukan penyelamatan gemilang saat menepis sundulan Raul Jimenez ke sisi kiri gawangnya ketika Meksiko berupaya mencetak gol cepat.

Dia kemudian kembali menunjukkan kemampuan atletiknya dengan melompat tinggi ke arah kanan untuk menggagalkan peluang pemain yang sama saat Meksiko mulai meningkatkan tekanan menjelang akhir babak pertama.

Sepanjang pertandingan, Pickford tampil dominan dalam mengantisipasi setiap bola yang masuk ke area penalti.

Saat Meksiko terus menekan, terutama pada menit-menit akhir yang menegangkan, dia tetap tenang dan sigap dalam menjaga gawangnya.

Itu adalah penampilan yang akan dikenang dan dinikmati oleh para pendukung Inggris.

Bagaimana penampilan pemain Inggris?

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Inggris mengalahkan Meksiko 3-2 dalam laga menegangkan di Stadion Azteca untuk memastikan tempat di perempat final Piala Dunia. Namun, siapa saja yang tampil menonjol?

Reporter BBC Sport untuk timnas Inggris, Alex Howell, memberikan penilaian terhadap penampilan para pemain dalam pertandingan tersebut.

Jordan Pickford: Melakukan penyelamatan gemilang pada awal pertandingan saat menepis sundulan Raul Jimenez yang mengarah ke gawang. Momen itu sangat penting karena Inggris bisa saja tertinggal lebih dulu di tengah atmosfer luar biasa Stadion Azteca.

Menjelang turun minum, dia kembali dipaksa bekerja keras dan menghasilkan penyelamatan akrobatik untuk menggagalkan peluang Jimenez ketika Meksiko berusaha menyamakan kedudukan saat skor 2-1. 7

Jarell Quansah: Menjalani akhir laga yang tidak menguntungkan setelah dikartu merah menyusul tinjauan Video Assistant Referee (VAR) atas tekel yang dilakukannya. Sebelum insiden tersebut, bek kanan itu sebenarnya tampil cukup baik. 5

Ezri Konsa: Menghadapi malam yang berat, seperti halnya seluruh lini belakang Inggris, di pertandingan yang penuh drama ini.

Upaya sapuannya dari situasi tendangan bebas justru jatuh ke kaki Julian Quinones yang kemudian mencetak gol dan membuka jalan bagi Meksiko untuk kembali ke pertandingan.

Namun, bek Aston Villa itu juga melakukan sejumlah intersep dan sapuan penting saat Inggris berjuang mempertahankan keunggulan. 7

Inggris, meksiko, piala dunia 2026

Sumber gambar, Joosep Martinson/FIFA via Getty Images

Keterangan gambar, Elliot Anderson (8), Ezri Konsa (2), dan Marc Guehi (6) berdiskusi.

Marc Guehi: Tetap berani menguasai bola di ruang sempit dan di bawah tekanan ketika Inggris berupaya meredam momentum Meksiko pada babak pertama.

Guehi mampu menghadapi ujian tersebut dengan baik saat Meksiko mengerahkan segala daya untuk menekan Inggris. 7

Nico O'Reilly: Menampilkan performa terbaiknya di Piala Dunia sejauh ini.

Bek kiri itu mengirim umpan silang berbahaya melintasi muka gawang dan sempat melepaskan tendangan voli yang membentur tiang.

Dia kemudian ditarik keluar setelah menerima kartu kuning dan saat Inggris beralih menggunakan formasi lima bek. 7

Declan Rice: Daya jelajah dan kekuatan larinya kembali menjadi senjata utama Inggris.

Akselerasinya dari wilayah permainan sendiri hingga ke tepi kotak penalti Meksiko menjadi awal terciptanya gol pembuka Inggris.

Dia juga menunjukkan disiplin luar biasa meski sudah menerima kartu kuning pada menit pertama. 7

Elliot Anderson: Menjalani pertandingan yang relatif lebih tenang dibanding rekan-rekannya, tetapi hal itu tidak mengurangi pentingnya perannya bagi Inggris.

Gelandang tersebut ditarik keluar ketika Thomas Tuchel mengubah bentuk permainan tim untuk menjaga keunggulan. 6

Bukayo Saka: Ketika Inggris lebih banyak bertahan pada babak pertama, Saka sering turun menjadi wing-back kanan untuk menutup ruang gerak Quinones.

Meski harus bekerja keras di area yang luas, dia tetap menjadi ancaman saat menyerang.

Kemampuannya melewati lawan dan mengirim umpan silang berkualitas menjadi awal gol pembuka Inggris. 7

Jude Bellingham: Kembali menjadi penentu kemenangan bagi Inggris.

Gelandang Real Madrid itu terus menghadirkan momen-momen yang membuat pendukung Three Lions percaya segalanya mungkin terjadi.

Dua gol yang dicetaknya dalam rentang dua menit pada babak pertama menempatkan Inggris dalam posisi yang sangat menguntungkan dan menegaskan sebuah penampilan yang layak dikenang. 9

Inggris, Meksiko, Piala Dunia 2026

Sumber gambar, Charlotte Wilson/Getty Images

Keterangan gambar, Tim Inggris jelang melawan Meksiko di Piala Dunia 2026.

Anthony Gordon: Memberikan opsi serangan di belakang garis pertahanan Meksiko dan selalu bermain langsung setiap kali mendapat kesempatan.

Energi dan kecepatannya membuat Inggris tetap berbahaya saat menyerang, sementara etos kerjanya yang tanpa lelah menghasilkan penalti krusial bagi timnya. 8

Harry Kane: Menampilkan performa yang sangat penting, meski tidak lepas dari drama.

Kapten Inggris itu dengan tenang mengeksekusi penalti pada saat timnya berada di bawah tekanan besar setelah bermain dengan 10 orang.

Dia juga mencatatkan umpan untuk gol kedua Bellingham.

Namun, Kane turut memberikan penalti kepada Meksiko setelah melakukan pelanggaran di kotak terlarang. 8

Penampilan pemain pengganti

John Stones (menit ke 57): Bek berpengalaman itu masuk setelah Inggris harus bermain dengan 10 orang menyusul kartu merah yang diterima Jarell Quansah.

Kehadirannya memberikan ketenangan di lini belakang ketika emosi dan intensitas pertandingan meningkat pada fase akhir laga. 7

Djed Spence (menit ke 74): Spence dimasukkan untuk mengisi posisi wing-back kiri saat Inggris beralih ke formasi lima bek dalam upaya mempertahankan keunggulan.

Dia melakukan tekel penting ketika bola liar berbahaya memantul di dalam kotak penalti Inggris. 7

Dan Burn (menir ke 75): Malam yang istimewa bagi Burn, yang menjalani menit-menit pertamanya di Piala Dunia. Kemampuan duel udaranya sangat dibutuhkan ketika Meksiko terus mengirim umpan silang ke area penalti Inggris. Ia juga mencatatkan blok krusial pada menit-menit akhir pertandingan. 8

Morgan Rogers (menit ke 90): Masuk menggantikan Harry Kane menjelang akhir pertandingan ketika Thomas Tuchel berupaya memanfaatkan kemampuannya membawa bola untuk mengurangi tekanan dan membantu Inggris mempertahankan keunggulan. 6