Trump batalkan kepergian delegasi AS ke Pakistan untuk berunding dengan Iran

Sumber gambar, Reuters
- Penulis, Jaroslav Lukiv
- Penulis, Daniel Bush
- Peranan, Washington correspondent
- Penulis, Toby Mann
- Waktu membaca: 3 menit
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membatalkan rencana kunjungan delegasi AS ke Pakistan untuk berunding dengan Iran pada Sabtu (25/04), tidak lama setelah delegasi Iran meninggalkan Islamabad.
Presiden AS tersebut mengatakan bahwa utusan khusus Steve Witkoff dan menantunya, Jared Kushner, hanya akan membuang "terlalu banyak waktu", seraya menambahkan bahwa jika Iran ingin berbicara, "yang harus mereka lakukan hanyalah menelepon".
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi, menggelar pembicaraan dengan Pakistan sebagai mediator. Araghchi mengaku telah menyampaikan posisi Iran mengenai upaya mengakhiri perang, tetapi masih belum melihat apakah AS "benar-benar serius dalam diplomasi".
Trump memperpanjang gencatan senjata yang seharusnya berakhir pada 22 April, guna memberi waktu bagi perundingan antara AS-Iran. Namun, kedua pihak mengalami kebuntuan terkait Selat Hormuz.
Trump mengatakan gencatan senjata akan tetap berlaku, meskipun harapan untuk menggelar perundingan putaran kedua memudar.
Ketika ditanya apakah perang akan kembali berlanjut, Trump mengatakan kepada situs berita Axios: "Tidak, tidak berarti demikian. Kami belum memikirkannya."
Baca juga:
Utusan khusus presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, dilaporkan terbang menuju Pakistan untuk melakukan perundingan damai dengan Iran pada Sabtu pagi, kata Gedung Putih.
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
"Orang‑orang Iran ingin berbicara," kata juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, seraya menambahkan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance "siaga" untuk bepergian jika perundingan tersebut terbukti berhasil.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, mengatakan bahwa dirinya dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah tiba di Islamabad pada Sabtu pagi, dan Araghchi akan bertemu dengan "pejabat tinggi Pakistan".
Ia menambahkan: "Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS. Pandangan Iran akan disampaikan kepada Pakistan."
AS dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari. Sebagai respons, Teheran kemudian membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz.
Konflik ini telah membuat harga minyak melonjak tajam di seluruh dunia.
Berbicara kepada wartawan pada Jumat, Leavitt mengatakan Trump telah memutuskan untuk mengirim Witkoff dan Kushner ke Islamabad "untuk mendengarkan pihak Iran", seraya menambahkan bahwa presiden AS "selalu bersedia memberi kesempatan untuk diplomasi".
Leavitt menambahkan bahwa "kami tentu telah melihat kemajuan dari pihak Iran dalam beberapa hari terakhir".
Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di Islamabad mengatakan Araghchi berencana "meninjau urusan bilateral" dan membahas perkembangan regional.
Trump dan Hegseth pekan ini bersikeras bahwa AS tidak merasa tertekan untuk mengakhiri perang dengan Iran. Namun kabar bahwa perundingan AS‑Iran berlanjut akhir pekan ini sekali lagi menunjukkan adanya jurang antara pernyataan publik pemerintahan dan dorongan di balik layar oleh Gedung Putih untuk menemukan cara mengakhiri perang.
Kejadian ini menunjukkan bahwa kedua pihak tengah mencari jalan ke depan, meskipun pesan yang bercampur dari Trump dan sikap agresif dari Teheran masih berlanjut.
Pertanyaan yang muncul sekarang adalah seberapa besar kemajuan yang dapat dicapai kedua negara di Pakistan.
Baca juga:
Pada hari Rabu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa "tidak mungkin" Selat Hormuz dibuka karena "pelanggaran terang‑terangan terhadap gencatan senjata" oleh AS dan Israel.
Ia mengatakan "pelanggaran" tersebut termasuk blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan‑pelabuhan Iran, yang menurutnya sama dengan menyandera perekonomian global, serta "provokasi perang" oleh Israel "di semua lini".
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran tetap terbuka untuk negosiasi dengan AS, namun menambahkan bahwa "pelanggaran komitmen, blokade, dan ancaman adalah hambatan utama bagi negosiasi yang sungguh‑sungguh".
Awal pekan ini, Trump mengumumkan perpanjangan tanpa batas waktu atas gencatan senjata dengan Iran—yang semula akan berakhir pada Rabu—agar negosiasi dapat berlanjut.































